
Waktu terus berputar, dan tak terasa kurang dari 99 hari lagi kita akan disambut oleh bulan yang paling mulia, yaitu Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, ampunan, dan pintu-pintu surga dibuka lebar. Untuk menyambut tamu agung ini dengan optimal, persiapan tidak bisa dilakukan secara mendadak.
Para ulama terdahulu mengajarkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban adalah bulan mengairi, dan Ramadhan adalah bulan memanen. Ini menunjukkan pentingnya menyiapkan “lahan hati” jauh sebelum bulan puasa tiba. Bahkan, disebutkan bahwa para sahabat Nabi ﷺ berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan.
Persiapan ini dapat dibagi menjadi tiga pilar utama: Ruhiyah (Spiritual), Jasadiyah (Fisik), dan Fikriyah (Intelektual).
Inilah fondasi terpenting, yaitu membersihkan hati dan menguatkan niat.
Contoh Para Sahabat: Dulu para Sahabat, selama enam bulan sebelum datang bulan Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.
Anda bisa mulai rutin membaca doa:
بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَArtinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”
Ramadhan membutuhkan stamina fisik yang prima untuk puasa, shalat tarawih, dan ibadah lainnya.
Hadis Riwayat Aisyah: Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Tidaklah aku melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau berpuasa sebanyak pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibadah yang diterima adalah ibadah yang dilandasi ilmu.
Momen 99 hari menuju Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memulai ‘pemanasan’ spiritual. Jika para Sahabat telah menyiapkan diri selama berbulan-bulan, maka 100 hari adalah waktu yang tepat bagi kita untuk serius berbenah.
Jadikan waktu yang tersisa ini sebagai jembatan yang menghubungkan kita kepada Ramadhan yang paling bermakna, penuh ampunan, dan menghasilkan kualitas takwa yang hakiki. (arsyi)
| Luas Bangunan | 144 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1980 |